Pasar Mbrumbung, Kenangan Tempo Doeloe

Beli sesuatu gunakan mata uang berbahan kayu 
Jatengprov.go.id
Sejumlah warga Dusun Randugosong, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori Rembang menawarkan sesuatu yang unik. Mereka membuat Pasar Brumbung dengan menggunakan konsep tempo dulu yang di buka 2 tahun lalu, tetapnya 16 Desember 2018. Pengunjung akan merasakan sensasi melakukan transaksi jual beli layaknya masyarakat Indonesia sebelum Merdeka. Pernak pernik dan aneka menu yang dijajakan di pasar tradisional tersebut tidak ada yang modern alias serba jadul. Para pedagang menggunakan baju lurik, kebaya, dan aksesoris khas Jawa.
Suasana wisata kuliner Jawa tempo dulu semakin terasa, ketika tabuhan gendhing dan gamelan mengalun di area pasar mbrumbung. Tulisan yang terpampang dipapan informasi hingga sudut-sudut pasarpun, memakai bahasa krama inggil. Pada pintu masuk pasar, pengunjung disambut dengan gapura yang terbuat dari bambu dan terpampang tulisan “ Reno Panganan “ bisa disebut dengan Daftar Menu. Di antaranya gethuk, cucur, embang, klepon, tiwul, cenil, dumbek ( yang menjadi ciri khas masyarakat Rembang ), dawet, legen, wedang semut, iwel-iwel, sego jagung dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan pula “ Kotak Wadul “ bisa disebut kotak saran, lapak-lapak dari bambu dengan atap rumbia, serta panggung utama untuk berbagai pagelaran seni atau acara desa tersebut.
Adapun keberadaan pasar diantara rimbunan pohon jati, kian menambah kesan asri dan alami. Pengunjung semakin betah berkeliling pasar, membeli jajanan kemudian menyantapnya di atas bangku bambu sembari melihat aktivitas pasar di tengah permukiman pedesaan. Dalam aktivitas belanja dipasar berkonsep Jawa kuno tersebut, pembeli dan pedagang tidak menggunakan mata uang untuk transaksi. Para pembeli harus menukarkan uang dengan koin berbahan kayu dilapak khusus penukaran uang, setelah mengantongi koin dengan nilai tertentu, pengunjung bisa bebas membeli beragam kuliner yang dijajakan di Pasar Mbrumbung.
Pasar unik tersebut tidak pernah sepi pengunjung, warga setempat dan daerah sekitarnya. Pasar buka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga sekitar 21.00 WIB. Tidak sedikit pengunjung sengaja datang rombongan unruk sekedar mencicipi aneka jajanan Pasar Mbrumbung dengan menggunakan ciri khas tempo dulu.
Walaupun Desa Banggi terkenal sebagai desa pelosok, anak mudanya kreatif dan mampu menggali potensi untuk membangun desa menjadi lebih maju. Dengan dibukanya pasar mbrumbung bisa membantu perekonomian warga sekitar. Kami berharap konsep pasar yang unik ini bisa menjadi destinasi wisata baru di Kalori," jelas Wakil Gubernur jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi upaya warga untuk melestarikan budaya lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 (InfoJateng / Ana Iswatun- 1740210044).

Posting Komentar

0 Komentar