Nostalgia Jajan Tradisional di Kuliner Pasar Jadul


oleh : Umi Zakiatun Nafis

Kuliner klasik memang memiliki estetika tinggi meski tidak lagi ramai dijajakan di massa sekarang. Tren kuliner di Indonesia bergerak begitu dinamis. Apalagi eksistensi kuliner tradisional cenderung tergeser dengan masuknya kuliner ala barat. Maka dari itu, dirasa penting untuk menumbuhkan cinta kuliner lokal pada masyarakat Indonesia. 

Semangat  menjaga eksistensi serta bernostalgia cita rasa kuliner tradisional pun bisa kita jumpai di Kudus. Upaya menjaga kuliner lokal dibungkus dalam agenda tahunan bertajuk Pasar Kuliner Jadul yang merupakan rangkaian acara Peringatan Tasis Masjid Al Aqsha Menara Kudus. Selaras dengan namanya, pasar kuliner jadul menyajikan makanan-makanan khas nusantara zaman dulu, atau yang sering disebut jajan pasar. 

Pasar yang digelar selama Selasa hingga Jumat (10-13/3/2020) setidaknya ada puluhan jajanan pasar hingga makanan dan minuman jadul yang akan disajikan untuk para pengunjung. 

Panitia Steering Committee (SC) Ta'sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Abdul Jalil, menjelaskan, beragam kuliner jadul tersaji di di sana. Pengunjung bisa menikmati makanan yang ada di sana sembari mengikuti rangkaian kegiatan ta’sis yang buka mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. "Ada 64 stan yang kami buka, untuk bisa dinikmati semua pengunjung yang hadir", jelasnya.

Kami tim majalah pilar turut menjajaki kuliner tradisional yang berjejer sepanjang jalan kompleks menara kudus. Jajanan pasar tampak berjajar mulai dari bongko bubur, serabi, onde onde, gemblong goreng, pertingkah nangka goreng, talam, kurokuro, gethuk nyimul kajar, bacem tahu, blanggem, senteling, tahu petis, intip ketan, getuk juruh, samosa, kerak telor, klepon, roti maryam, tempe gembos, gethuk pero bakar.


Makanan utama dan lauk khas juga menggugah selera makan diantaranya pecel meniran, godangan, sego bakar, opor ayam panggang,botok besusul, gadogado, mangut iwak pe, sate keong, sego kebuli, mangut ndas manyung, cemeding, garangasem, sego lodeh, mahtum, tahu gejrot, sego kepel loram.

Beberapa minuman menyehatkan juga cocok diseduh seperti kopi jahe rahtawu, wedang uwuh, jamu kunir asem, susu jahe rahtawu, dawet, wedang ronde, bajigur, temulawak, jamu beras kencur, jamu asem jowo, bubur campur, es selendang mayang, susu jahe, kopi jahe, wedhang blung.  

Siang itu, area pasar jadul dipadati masyarakat dari berbagai penjuru. Bambang, Kepala Desa Kajar, yang turut menjual gethuk kajar, mengatakan, omset di pasar jadul jelas lebih besar dibanding dengan jualan sehari-hari. Dalam hitungan 30 menit bisa habis, katanya.  


Sementara itu, salah satu pengunjung asal Kudus, Abdurrohim, mengaku, sengaja ke pasar jadul untuk membeli pecel meniran. Ia juga mengapresiasi panitia yang bisa konsisten mengadakan kuliner pasar jadul. Pasar ini juga sebagai salah satu wujud cinta produk lokal, katanya.

(Umi Zakiatun Nafis, 1740210063)

Feature, Kuliner, Jajan Tradisional

Posting Komentar

0 Komentar