Komunitas Darbuka Kudus

Komunitas Darbuka Kudus

     Darbuka merupakan sebuah alat musik yang berasal dari negara timur tengah. Di indonesia, darbuka menjadi salah satu alat perkusi yang populer. Saat ini darbuka sendiri menjadi alat musik yang biasa dipakai dalam musik musik religi, pengiring sholawat, atau musik gambus.

Seiring perkembangan zaman Darbuka populer tidak hanya dikalangan orangtua tapi juga anak muda. Mereka yang puna ketertarikan membentuk komunitas. Seperti Komunitas Darbuka Kudus, yang di koordinatori oleh Hasanul Falah Muhammad. Darbuka Kudus Community (DKC) lahir melalui beberapa tahapan yang sudah ditetapkan oleh pengurus pusat Serikat Darbuka Indonesia (SDI). “Mereka yang mengelola semua komunitas darbuka di indonesia,” jelas Hasan. Ketuanya adalah Master Lutfi Kospinger dan Daood “Debu”. Anggota kelompok musikgrup musik berirama Timur Tengah yang anggotanya berasal dari berbagai negara.

Hasan menambahkan, sebelum club darbuka terbentuk, club club darbuka itu terbentuk maka harus melalui beberapa proses. Ada pertemuan untuk berkumpul. Tidak sembarangan, “Maksudnya, kalau berkumpul harus punya materi dan  semua arahan dari Master Lutfi dan Master Daood,” imbuhnya. Arahannya itu dari admin, dan admin setiap daerah itu juga tergabung dalam grub guna memberikan arahan dan intruksi.

Sebagai koordinator Darbuka Kudus, Hasan ingin mengenalkan kesenian Darbuka ini kepada masyarakat luas. “Kami terbuka untuk masyarakat yang ingin belajar kesenian Darbuka, baik materi dan teknisna. Gratis, “ ujar Hasan ketika ditemui tim redaksi Majalah Gesith. Ia juga ingin menunjukkan pada generasi muda bahwa kesenian Darbuka ini dapat mengajarkan banyak hal. Seperti loyalitas, persaudaraan, dan kekeluargaan. “Darbuka tidak sekedar  alat musik saja yang dijadikan pengiring hadroh, tapi banyak manfaat lain, tandasnya. (Ahya Ainur Rofi/1740210049).

 


Posting Komentar

0 Komentar