Kecantikan identik dengan wanita. Jadi wajar jika wanita melakukan berbagai upaya agar tampil cantik. Kecantikan juga diartikan sebagai keindahan atau sifat yang disukai dan membuat orang lain kagum. Islam adalah agama yang menyukai kecantikan dan keindahan. Tapi Bagaimana pandangan islam mengenai makna kecantikan ?
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits berikut ini: “Tidak akan
masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar debu.”
Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju
dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab “Sesungguhnya Allah itu indah dan
menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang
lain.” (HR. Muslim no.91).
Bagaiamana dengan Muslimah yang Berjilbab,
Tapi Berpakaian Ketat ?
Ancaman bagi wanita muslimah yang
berpakaian ketat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ
أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا
النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ
كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ
رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk
neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti
ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi
telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.
Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya,
padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no.
2128).
Di antara maksud dari berpakaian
namun telanjang adalah menyingkap aurat, berpakaian tipis, termasuk pula
berpakaian ketat yang menampakkan bentuk lekuk tubuh.
Bagaiaman Dengan Muslimah yang Memakai
Cadar ?
Mengutip pendapat dari Jalaluddin
As Suyuthi, beliau adalah penulis kitab
tafsir Al Jalalain bersama Jalaluddin Al Mahalli dan keduanya adalah ulama
besar Syafi’iyah. Ketika menjelaskan surat Al Ahzab ayat 59, beliau rahimahullah menjelaskan
tafsir firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ
وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ
ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا
رَحِيمًا
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu,
anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka
lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). Ayat ini
menerangkan perintah hijab bagi seluruh wanita. Maksud ayat ini adalah
memerintahkan untuk menutup wajah kepala dan wajah wanita. Sedangkan hal ini
tidak diwajibkan atas budak wanita.
Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu ‘Abbas
radhiyallahu ‘anhuma, ia membicarakan ayat tersebut dengan mengatakan, “Allah
telah memerintah para wanita beriman jika mereka keluar karena ada hajat, untuk
menutup kepalanya dengan jilbab dan menampakkan satu mata saja.” (Al Iklil
fii Istinbatil Tanzil, As Suyuthi, hal. 214).
Itulah
pemaparan tentang kecantikan dalam islam, dan bagaimana hukum berjilbab tapi
berpakaian ketat, apa hukum sambung bulu mata palsu, dan bagaimana hukum
bercadar bersama Ustadz Abdul Tuasikal, M,Sc. Semoga bermanfaat untuk kita
semua khususnya untuk para muslimah.
(Ahmad Santoso/ 1740210037)



0 Komentar