Tak hanya terkenal
dengan makanan khasnya, pati juga memiliki banyak tempat wisata. Salah satunya adalah
wisata Air Terjun Tedunan atau yang lebih di kenal Kebo Amuk Waterfall.
Tedunan memiliki arti
suatu tempat yang sangat dalam dan curam. Oleh sebab itu, air terjun ini dinamakan Air Terjun Tedunan. Air terjun ini mempunyai ketinggian -+ 40 meter, serta memiliki kolam di
bawahnya dengan kedalaman 1 meter.
Lokasinya ada di Dusun Jonggol, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong,
Kabupaten Pati. Air terjun ini memiliki keindahan alam yang sangat asri, lantaran lokasi yang tersembunyi dan belum
banyak di ketahui pengunjung. Untuk menuju lokasi air terjun membutuhkan waktu
sekitar 10 menit dari Desa Jonggol dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan
kaki. Selama perjalanan mata akan termanjakan dengan pemandangan panorama petak
sawah, suara gemercik air, lengkap dengan siluet pegunungan muria yang sangat
indah.
Setelah sampai di lokasi air terjun, mata akan semakin termanjakan dengan
indahnya pemandangan alam berupa air terjun berbentuk cekung melingkar.
Percikan air dari atas yang menyentuh kulit membuat sensasi liburan menjadi
semakin sempurna. Beberapa spot foto juga disediakan, mulai dari jembatan pelangi
dan plang-plang kayu bertuliskan kata-kata kekinian seperti “ Ya
Tuhan..LindungiLah AQ Yg Lucu & poLos ini”.
Sebelum dibuka sebagai obyek wisata, tempat ini sering
digunakan untuk bertapa. Tempatnya tenang dan alami. Konon asal usul adanya Air Terjun Kebo Amuk (Tedunan)
ini adalah hasil dari kerbau yang sedang mengamuk. Jadi pada zaman dahulu
kerbau dijadikan sebagai alat untuk membajak sawah. Entah kenapa dua kerbau
yang biasa digunakan untuk membajak sawah tersebut tiba-tiba mengamuk dan tidak
patuh pada majikannya. Kedua kerbau tersebut terus mengamuk hingga ikatan
talinya terlepas dari penyangga alat bajak dan tidak bisa dikendalikan. Satu
kerbau lari hingga jatuh ke dalam sungai hingga terbentuk sebuah kolam
berbentuk bundar (area wisata air terjun) dan satunya lagi lari sampai timur
air terjun yang sekarang dinamakan Tegal Rante karena saat itu kerbau yang lari
dan tertangkap akhirnya di rantai supaya tidak lari dan mengamuk lagi.
Obyek wisata
ini semakin di kenal luas dan di gandrungi para wisatawan baik dari masyarakat
setempat ataupun luar kota sejak muncul dan diinformasikan warganet di media
sosial. Sudah ada petunjuk jalan yang mempermudah para
pengunjung untuk mengunjungi Air Terjun Tedunan. Cukup dengan membayar biaya
parkir sebesar Rp 5.000,- untuk sepeda motor dan Rp 10.000,- untuk mobil atau
kendaraan roda empat, pengunjung sudah dapat menikmati indahnya Air Terjun
Tedunan. Tidak ada tiket masuk untuk mengeksplorasi indahnya air terjun yang
masih alami ini.
(Ksmtour/wisata-tanahblob / Lutfi
Tria Maharani-1740210046)


0 Komentar